5 bahaya Lautan Di Dunia

5 bahaya Lautan Di Dunia

5 bahaya Lautan Di Dunia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan 17.504 pulau dan 95.181 kilometer persegi garis pantai. 80% penduduk Indonesia tinggal di lokasi pantai serta tergantung pada komunitas ekologi laut.

Laut adalah hal yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Meskipun pemerintah telah mengambil inisiatif dalam berbagai upaya pelestarian, masih ada berbagai bahaya yang dapat mengganggu komunitas ekologi laut kami.

Apa ancamannya? Izinkanlah memeriksa kebenaran yang ada.

  • Masalah buruk terumbu karang di Indonesia

Keberadaan terumbu karang memberikan akses makanan bagi berbagai jenis hewan laut. Selain itu, terumbu karang juga dapat membantu mengurangi abrasi serta kerusakan pada garis pantai.

Namun menurut data LIPI 2012, hanya 5,3% terumbu karang di Indonesia yang dikategorikan sangat baik. Tinggal 27,18% tetap dalam kondisi baik, 37,25% dalam masalah cukup, dan juga 30,45% dalam kondisi buruk.

  • Jumlah hutan mangrove yang masih rendah

Menurut catatan FAO pada tahun 2007, Indonesia memiliki lingkungan hutan bakau terbesar di dunia. Dengan 48 spesies mangrove yang ada, Indonesia adalah fasilitas keanekaragaman hayati mangrove dunia.

Namun, dari tahun 1982 hingga 2000, Indonesia telah melepaskan lebih dari setengah hutan bakau, dari 4,2 juta hektar menjadi hanya 2 juta hektar.

5 bahaya Lautan Di Dunia

  • Peningkatan sedimentasi

Tugas mengekstraksi sumber-sumber tak terbarukan secara merugikan berdampak pada lingkungan akuatik. Kegiatan penambangan meningkatkan sedimentasi serta meminimalkan tingkat penetrasi cahaya yang dibutuhkan oleh makhluk laut. Tingginya tingkat sedimentasi dapat menciptakan lingkungan karang mati.

  • Dilema Ikan

Indonesia adalah produsen perikanan terbesar ketiga di dunia, setelah Cina dan Peru. Namun demikian, karena produksi perikanan Indonesia meningkat, kami mengalami bahaya sebagai akibat dari situasi kembar lingkungan laut yang merendahkan.

Gejala-gejala ini dapat dirasakan untuk beberapa produk penting seperti pelagis besar, ikan pelagis kecil, udang, dan juga ikan demersal.

Selain itu, kekurangan juga dapat dilihat dari mengurangi ukuran ikan dan juga mengurangi berbagai tangkapan 5 bahaya Lautan Di Dunia.

Kelangkaan ikan ini memiliki efek besar pada pemancing kecil yang bergantung pada kehidupan sehari-hari mereka untuk ikan karena mereka harus menginvestasikan lebih banyak bahan bakar untuk mencapai daerah penangkapan ikan yang bahkan lebih jauh dari pantai.

  • Dilarang memancing (IUU Fishing).

Perairan Indonesia biasanya menghadapi nelayan terlarang yang menangkap ikan dari laut Indonesia. Patroli rutin yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan juga masih belum memiliki pengaruh signifikan. Dari 4.326 kapal yang diperiksa, hanya lusinan kapal yang akhirnya masuk ke pengadilan.

Dalam upaya untuk meningkatkan pengakuan publik terhadap bahaya terhadap laut Indonesia, Greenpeace akan melaksanakan Perayaan Laut di Taman Krida Loka, Senayan, pada 19 September 2015, mulai pukul 10 pagi.

Selaun dilarang memancing di laut dengan tanpa izin di Indonesia juga melarang bermain permainan judi dalam bentuk apapun kecuali bila anda bermain judi slot online di salah satu website resmi di indonesia yaitu https://1388sports.com karena sudah banyak member dari 1388sport yang bermain dengan aman di sana.